Koran Banjar– Di jantung Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, berdiri sebuah situs bersejarah yang memikat hati para pecinta budaya dan sejarah Museum Candi Agung Amuntai. Berada dalam satu kawasan dengan Candi Agung, museum ini bukan hanya sekadar tempat menyimpan benda-benda peninggalan masa lalu, tetapi juga ruang hidup yang menuturkan kisah dan kepercayaan masyarakat Banjar yang kaya makna.
Warisan yang Menyimpan Cerita
Memasuki museum, pengunjung seakan dibawa menembus waktu. Di antara koleksi yang tersusun rapi, perhatian banyak tertuju pada sebuah dipan (tempat tidur) berwarna kuning lengkap dengan bantal, guling, kelambu, dan busana khas Banjar yang menawan dengan warna hijau dan kuning.
Namun, yang membuat benda-benda ini begitu istimewa bukan hanya bentuknya yang antik, melainkan cerita dan makna di balik keberadaannya.
Menurut Dewi, salah satu pengelola museum, barang-barang tersebut merupakan pemberian dari masyarakat. Menariknya, sebagian dari mereka yang menyumbangkan barang tersebut memiliki kisah spiritual tersendiri — ada yang mendapatkan petunjuk melalui mimpi, ada pula yang menunaikan nazar setelah keinginannya terkabul.
“Setiap benda punya kisahnya sendiri. Ada yang tiba-tiba datang dengan membawa baju khas Banjar atau kelambu, karena merasa mendapat panggilan untuk menyerahkannya ke museum ini,” tutur Dewi dengan penuh makna.
Simbol Putri Junjung Buih
Koleksi tempat tidur dan busana khas Banjar ini dipercaya menggambarkan tempat tidur Putri Junjung Buih, sosok legendaris dalam sejarah Kerajaan Negara Dipa — salah satu kerajaan tertua di Kalimantan Selatan. Menurut cerita rakyat, Putri Junjung Buih merupakan putri ajaib yang muncul dari buih di sungai dan kemudian menjadi ratu Kerajaan Negara Dipa, menikah dengan Pangeran Suryanata, bangsawan dari Majapahit.
Baca Juga: Porprov XII Kalsel 692 Atlet Banjar Siap Harumkan Nama Daerah
Kisah Putri Junjung Buih tak hanya dikenal sebagai legenda romantis, tetapi juga simbol keanggunan, kesucian, dan keberkahan tanah Banjar. Warna kuning pada dipan melambangkan kemuliaan dan kejayaan, sementara warna hijau pada busana mencerminkan kesuburan, kedamaian, dan spiritualitas.
Museum yang Hidup di Tengah Wisata Sejarah
Selain koleksi unik tersebut, Museum Candi Agung juga menyimpan berbagai artefak sejarah lain seperti replika peninggalan Kerajaan Negara Dipa, foto dokumentasi sejarah Candi Agung, dan benda-benda adat Banjar.
Semua tersusun dalam ruangan sederhana namun penuh nilai sejarah, di mana setiap sudutnya terasa menyimpan cerita.
Lokasinya yang berdampingan langsung dengan Candi Agung, membuat museum ini menjadi bagian tak terpisahkan dari wisata sejarah dan budaya Amuntai. Pengunjung bisa berjalan kaki menyusuri kompleks candi, kemudian beristirahat di museum sambil menyelami perjalanan panjang peradaban Banjar.






