Koran Banjar– Otoritas pangan Taiwan resmi melarang peredaran dan konsumsi mie instan asal Indonesia, Indomie Rasa Soto Banjar Limau Kuit, setelah inspeksi menemukan dugaan kandungan residu pestisida etilen oksida pada produk tersebut. Keputusan ini memicu sorotan publik, mengingat Indomie merupakan salah satu merek mie instan yang populer di berbagai negara, termasuk Taiwan dan Hong Kong.
Temuan Pencemaran Etilen Oksida
Centre for Food Safety (CFS) Taiwan, mengutip laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Taiwan, menyatakan bahwa kandungan etilen oksida terdeteksi pada bungkus bubuk penyedap Indomie Soto Banjar Limau Kuit dengan kadar mencapai 0,1 mg/kg.
Menurut peraturan keamanan pangan Taiwan, etilen oksida tidak diperbolehkan ada dalam makanan. Untuk produk tertentu yang diizinkan, batas maksimalnya pun ditetapkan tidak boleh lebih dari 0,1 mg/kg. Temuan pada varian Indomie ini dinilai tidak sesuai dengan Pasal 15 Undang-Undang Keamanan Pangan dan Sanitasi Taiwan.
“Produk yang tidak sesuai standar ini akan dikembalikan atau dimusnahkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tulis pernyataan resmi FDA Taiwan.
Kronologi Inspeksi
FDA Taiwan melakukan inspeksi setelah menerima laporan aduan dari konsumen pada 6 Agustus 2025. Dari penyelidikan, varian Indomie Soto Banjar Limau Kuit kemudian teridentifikasi bermasalah. Menyusul laporan tersebut, CFS segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh varian mie instan terkait.
Tak hanya itu, CFS juga tengah menelusuri apakah produk bermasalah ini sempat masuk ke pasar Hong Kong. Otoritas Hong Kong pun dilaporkan telah dihubungi untuk mengantisipasi kemungkinan peredaran Indomie varian tersebut di wilayahnya.
Baca Juga: Pedagang Pasar Ahad Antusias Ikut Tera Ulang Kepercayaan Konsumen Terjaga
Imbauan untuk Konsumen
Dalam pernyataan resminya, CFS menegaskan bahwa seluruh Indomie Rasa Soto Banjar Limau Kuit dilarang untuk dikonsumsi, baik produk yang diperoleh dari Taiwan maupun dibawa dari luar negeri.
“Konsumen harus segera membuang produk tersebut dan tidak mengonsumsinya. CFS akan tetap waspada, memantau perkembangan baru, serta mengambil langkah-langkah pengawasan tambahan bila diperlukan,” tegas CFS.
Langkah ini menandai sikap serius Taiwan dalam menjaga standar keamanan pangan, terutama terhadap produk impor yang sangat diminati masyarakat.
Indomie, yang diproduksi oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, selama ini dikenal luas sebagai salah satu mie instan paling populer di dunia. Varian rasa khas Nusantara seperti Soto Banjar Limau Kuit menjadi daya tarik tersendiri di pasar internasional.






