Koran Banjar– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 3 Banjar, Jawa Barat, pada Rabu (1/10/2025) justru berujung insiden memprihatinkan. Puluhan siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap hidangan MBG yang dibagikan sekitar pukul 11.30 WIB saat jam istirahat sekolah.
Sejumlah siswa mengeluhkan mual, pusing, hingga sesak napas sekitar 15 menit setelah makan. Beberapa di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kronologi Kejadian
Menurut salah satu guru SMPN 3 Banjar, Nuryana, seluruh siswa yang berjumlah 856 orang menerima paket MBG pada hari itu. Menu yang disajikan berupa ayam suwir, tempe goreng, nasi, dan buah anggur hijau.
“Setelah makan, tidak lama kemudian banyak siswa mengeluh pusing, mual, dan sesak. Reaksinya cepat sekali, hanya sekitar 15 menit,” ungkap Nuryana.
Hidangan MBG tersebut diketahui berasal dari dapur SPPG di Jalan Masjid Agung, Banjar. Nuryana menambahkan, sebelum dibagikan, beberapa guru sempat mencicipi makanan tersebut. Namun, ditemukan adanya hidangan yang mengeluarkan bau tak sedap.
“Ada yang baunya aneh, tapi yang seperti itu tidak diberikan ke siswa. Meski begitu, ternyata tetap saja banyak anak yang mengalami gejala keracunan,” jelasnya.
Penanganan Medis
Data sementara menyebutkan, ada sekitar 68 siswa yang terdampak dengan gejala beragam. Dari jumlah tersebut, 25 siswa mendapat perawatan di PMC (Puskesmas Mutiara Cendekia). Sebagian sudah diperbolehkan pulang, sementara lainnya masih menjalani perawatan di RSUD Banjar dan Mitra Idaman.
“Beberapa siswa hanya diberikan obat dan infus, tapi ada juga yang harus dipasang selang oksigen karena sesak,” tambah Nuryana.
Petugas medis bersama pihak sekolah dan orang tua siswa langsung bergerak cepat untuk memastikan keselamatan para korban. Hingga Rabu sore, kondisi sebagian besar siswa yang dirawat dikabarkan sudah berangsur membaik.
Baca Juga: Pemilik Condotel Grand Tan Banjar Dijanjikan Bertemu Manajemen Sengketa
Dugaan Penyebab
Meski penyebab pasti keracunan belum bisa dipastikan, dugaan awal mengarah pada makanan MBG yang kurang layak konsumsi. Bau tidak sedap pada beberapa porsi hidangan memperkuat dugaan adanya masalah kebersihan atau kualitas bahan makanan.
Tim kesehatan bersama pihak kepolisian telah mengambil sampel makanan untuk diteliti lebih lanjut. Hasil uji laboratorium diharapkan bisa memberikan kejelasan penyebab keracunan massal ini.
Pihak Sekolah dan Pemerintah
Insiden ini langsung mendapat perhatian dari pihak sekolah dan pemerintah daerah. Kepala SMPN 3 Banjar menyatakan pihaknya menyesalkan kejadian tersebut dan akan mengevaluasi pelaksanaan program MBG ke depannya.
“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan serta pihak penyedia MBG agar kejadian ini tidak terulang. Prioritas utama saat ini adalah memastikan kesehatan siswa,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Kota Banjar juga menurunkan tim khusus untuk menangani kasus keracunan massal ini sekaligus memantau kondisi para korban.






