Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific
Berita  

Pengusaha Ikan Koi Bandung Bangun Rumah Layak untuk Keluarga Miskin di Banjar

Pengusaha Ikan Koi Bandung Bangun Rumah Layak untuk Keluarga Miskin di Banjar

Skintific

Koran Banjar– Kisah haru datang dari Dusun Cibeureum, Desa Balokang, Kota Banjar, Jawa Barat. Sebuah keluarga besar beranggotakan 11 orang yang selama ini tinggal di rumah reyot nyaris ambruk akhirnya bisa bernapas lega. Berkat kepedulian seorang pengusaha ikan koi asal Bandung, Hartono Soekwanto — yang akrab disapa “Bos Koi” — rumah keluarga tersebut kini dibedah dan dibangun ulang menjadi tempat tinggal yang lebih layak dan aman.

Keluarga penerima bantuan adalah pasangan Kar’an (64) dan Tati (61), yang hidup bersama anak-anak serta cucu-cucunya dalam kondisi yang memprihatinkan. Selama bertahun-tahun, mereka tinggal di rumah kecil berdinding bilik bambu lapuk dengan atap bocor. Lantai rumah berupa tanah, tanpa kamar yang layak, dan dihuni tiga kepala keluarga sekaligus. Di sanalah 11 orang menumpang tidur berdesakan setiap malam.

Skintific

Tersentuh dari Media Sosial

Hartono Soekwanto mengaku pertama kali mengetahui kondisi keluarga tersebut melalui unggahan di media sosial. Ia mengaku hatinya tergerak saat melihat video yang memperlihatkan rumah rapuh itu dan kondisi penghuninya yang hidup dalam keterbatasan.  Ia menemui keluarga Kar’an dan menawarkan bantuan untuk membangun ulang rumah mereka. Hartono juga menyewakan rumah kontrakan sementara agar keluarga tersebut dapat tinggal dengan aman dan nyaman selama proses pembangunan berlangsung.

Bos Ikan Koi Bedah Rumah tak Layak yang Dihuni 11 Orang di Kota Banjar

Baca Juga: Museum Candi Agung AmuntaiJejak Putri Junjung Buih

“Aduh, Bapak Ibu, saya khawatir lihat rumahnya. Izin saya bangunkan rumah ya. Untuk sementara tinggal di kontrakan dulu supaya aman. Kami yang tanggung sewanya sampai rumah barunya selesai,” tutur Hartono dengan mata berkaca-kaca.

Sinergi Kebaikan untuk Warga Tak Mampu

Pembangunan rumah ini tidak hanya dilakukan oleh Hartono seorang diri. Ia menggandeng Baznas Kota Banjar dan Jabar Bergerak sebagai mitra dalam menyalurkan bantuan. Baznas memberikan dukungan dana sebesar Rp10 juta melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), sementara Hartono menyalurkan Rp25 juta secara pribadi melalui Jabar Bergerak yang bertindak sebagai fasilitator.

“Kami tidak ingin hanya memperbaiki bangunan, tapi juga menebar kebaikan. Semoga keluarga ini bisa hidup lebih layak dan kelak bisa menolong orang lain,” ujarnya.

Program bedah rumah tersebut menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta dapat membawa perubahan besar bagi mereka yang membutuhkan.

Skintific