Koran Banjar– Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Banjar kembali memicu terjadinya tanah longsor. Kali ini, bencana tersebut melanda Kecamatan Paramasan, sebuah daerah yang dikenal dengan kontur lereng curam dan jalur penghubung yang vital bagi warga setempat.
Material longsor berupa tanah bercampur batang pohon tumbang menutup badan jalan hingga menyebabkan akses transportasi terhenti total. Warga yang hendak melintas pun terpaksa menghentikan perjalanan mereka. Namun, berkat respons cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, akses darurat akhirnya bisa kembali dibuka pada Jumat (12/9/2025) siang.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto, menjelaskan bahwa pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari warga. Tim darurat segera dikerahkan ke lokasi bersama dengan peralatan manual untuk penanganan awal.
“Longsor menimbun badan jalan dengan material tanah dan batang pohon yang roboh. Kondisi itu sempat menyulitkan warga untuk melintas,” ujar Yayan.
Langkah pertama yang dilakukan tim adalah memotong batang pohon besar yang melintang di jalan. Dengan upaya tersebut, kendaraan roda dua sudah bisa melewati jalur darurat meski masih terbatas.
Baca Juga: Taiwan Larang Indomie Rasa Soto Banjar Diduga Mengandung Pestisida
“Tim sudah turun sejak pagi dengan membawa peralatan. Meski belum sepenuhnya terbuka, akses darurat untuk kendaraan roda dua sudah bisa digunakan,” tambahnya.
Alat Berat Dikerahkan
Karena timbunan tanah cukup tebal dan tidak memungkinkan dibersihkan secara manual, BPBD Banjar juga menurunkan alat berat. Kehadiran alat ini diharapkan mampu mempercepat proses pembersihan jalan sehingga jalur utama dapat segera dilalui kendaraan roda empat.
“Kalau hanya tanah memang tidak bisa manual, perlu alat berat. Tapi kami tetap berupaya membuka jalur alternatif agar aktivitas warga tidak lumpuh total,” jelas Yayan.
Tidak Ada Korban Jiwa
Beruntung, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Namun, aktivitas warga sempat terganggu karena jalur utama menuju dan keluar dari Kecamatan Paramasan tertutup total selama beberapa jam.
Yayan juga mengungkapkan bahwa longsor di wilayah Paramasan sudah terjadi dua kali dalam waktu berdekatan. Faktor utama yang diduga memicu kejadian ini adalah kondisi lereng yang terjal serta menurunnya tutupan vegetasi di sekitar area rawan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama yang tinggal di sekitar lereng rawan longsor. Semoga dengan penanganan ini akses segera pulih total dan aktivitas warga kembali normal,” pungkasnya.






