Banajar – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Kota Banjar, Jawa Barat, pada Senin pagi ketika seorang pria tewas tertabrak kereta api Kutojaya Selatan.
Insiden ini terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu yang terletak di kawasan Desa Pulosari, Kecamatan Banjar, sekitar pukul 07.30 WIB.
Korban yang diketahui belum teridentifikasi pada saat kejadian itu berusia sekitar 30-an tahun dan sedang berjalan kaki di dekat rel kereta api.
Menurut Saksi mata, pria tersebut tampak tidak memperhatikan kedatangan kereta api yang melaju dari arah selatan menuju ke utara.
Tiba-tiba saja dia muncul dari sisi rel dan tidak menyadari bahwa kereta api sudah sangat dekat. Kereta tidak bisa lagi berhenti tepat waktu,” ujar Ahmad, seorang warga setempat.
Kereta api Kutojaya Selatan, yang merupakan salah satu penumpang reguler, tidak dapat menghindari tabrakan meskipun mesin telah dibunyikan untuk memberikan peringatan.

Baca Juga : Soal Pemekaran Desa Kujangsari, Komisi I DPRD Kota Banjar; Belum Ada Laporan Resmi
Akibat tabrakan tersebut, korban langsung terlempar ke sisi rel dan mengalami luka parah di bagian kepala dan tubuhnya.
Saat kejadian, kondisi cuaca cerah dan visibilitas cukup baik. Kami mengira korban kurang berhati-hati saat melintasi rel,” kata Suryadi.
p ihak kepolisian langsung melakukan olah TKP untuk menyelidiki lebih lanjut penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Petugas dari Unit Laka Lantas Polres Banjar juga turun tangan untuk mengevakuasi jenazah korban dan membawa tubuhnya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjar untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kecelakaan ini menjadi perhatian besar, mengingat perlintasan kereta api tersebut tidak dilengkapi dengan palang pintu atau sistem peringatan lainnya.
Sejumlah warga menyayangkan minimnya fasilitas pengamanan di perlintasan kereta api tersebut yang
Warga berharap kepada pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk segera memperbaiki fasilitas keselamatan di perlintasan-perlintasan rawan seperti ini.
Sementara itu, pihak PT KAI menyampaikan bahwa mereka akan segera melakukan evaluasi terhadap kondisi perlintasan di daerah tersebut.






