Koran Banjar– Kota Malang kembali dipenuhi suasana semarak dengan digelarnya Festival Sekar Banjar 2025 sebuah agenda tahunan yang diselenggarakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Festival ini tidak hanya menjadi momen spiritual yang mendekatkan masyarakat pada nilai-nilai keislaman, tetapi juga wadah pelestarian budaya lokal yang sarat makna.
Salah satu daya tarik utama dari festival ini adalah hadirnya tradisi Cabutan, yang selalu ditunggu-tunggu warga setiap tahunnya. Dalam tradisi ini, beragam perlengkapan rumah tangga seperti ember, sapu, wajan, hingga alat dapur lainnya digantung di sepanjang tali jemuran panjang. Warga kemudian secara seru dan penuh semangat memperebutkan barang-barang tersebut. Meski terlihat sederhana, tradisi ini menyimpan simbolisme kuat tentang kebersamaan, kegigihan, dan semangat gotong royong.
Tradisi Cabutan: Antara Hiburan dan Filosofi Hidup
Bagi masyarakat Malang, Cabutan bukan sekadar hiburan rakyat. Di balik riuh rendah tawa dan teriakan semangat, tersimpan filosofi mendalam. Barang-barang yang diperebutkan melambangkan keperluan sehari-hari yang menjadi simbol rezeki. Cara warga berjuang untuk mendapatkannya mencerminkan usaha manusia dalam mencari nafkah, sekaligus mengajarkan arti kesyukuran.
Tak jarang, meski sama-sama berusaha mendapatkan cabutan, warga saling membantu dan tertawa bersama, menegaskan nilai solidaritas dan kebersamaan yang sudah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Malang. Inilah yang menjadikan tradisi Cabutan lebih dari sekadar permainan: ia adalah representasi nyata dari semangat guyub rukun yang diwariskan turun-temurun.
Festival Budaya dan Religi yang Menyatu
Selain Cabutan, Festival Sekar Banjar 2025 juga diramaikan dengan berbagai kegiatan bernuansa religius dan budaya. Mulai dari pawai budaya, pembacaan sholawat bersama, hingga pertunjukan seni tradisional khas Malang.
Baca Juga: Kanwil Kemenkumham Jabar Harmonisasi Raperda dan Raperwal Kota Banjar Secara Virtual
Bagi generasi muda, festival ini adalah kesempatan untuk mengenal lebih dekat warisan budaya sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap tradisi. Sementara bagi orang tua, ini menjadi nostalgia sekaligus kebanggaan karena bisa mewariskan kearifan lokal kepada anak cucu.
Malang dan Identitas Budaya yang Kuat
Kota Malang selama ini dikenal sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan budaya. Festival Sekar Banjar menjadi bukti nyata bagaimana masyarakat tetap berkomitmen menjaga warisan leluhur sembari mengharmonisasikannya dengan nilai-nilai keagamaan. Inilah yang membuat festival ini tidak hanya relevan di tingkat lokal, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya di tingkat nasional bahkan internasional.
Kehadiran ribuan warga dalam Festival Sekar Banjar 2025 juga menunjukkan betapa kuatnya rasa memiliki masyarakat terhadap tradisi ini. Dengan semangat kebersamaan, mereka bukan hanya merayakan Maulid Nabi, tetapi juga menjaga agar identitas budaya Malang tetap hidup di tengah modernisasi.






