Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific
Berita  

BPBD Lumajang Jelaskan Faktor Gunung Semeru Luncurkan 2 Kali Awan Panas dalam 3 Hari

BPBD Lumajang
Skintific

BPBD Lumajang Jelaskan Faktor Gunung Semeru Luncurkan 2 Kali Awan Panas dalam 3 Hari

Koran Banjar – BPBD Lumajang Gunung Semeru salah satu gunung berapi aktif terbesar di Indonesia, kembali menunjukkan aktivitas signifikan dalam beberapa hari terakhir. Dalam waktu hanya tiga hari, gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang ini meluncurkan awan panas dua kali berturut-turut. Kejadian ini memicu kekhawatiran warga dan pihak berwenang, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang memberikan penjelasan mengenai faktor penyebab dan upaya mitigasi yang dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya.

Awan Panas Semeru: Kejadian Berulang dalam Waktu Singkat

Pada tanggal 9 Januari 2026, Gunung Semeru mengeluarkan awan panas yang meluncur hingga jarak beberapa kilometer ke arah sungai-sungai yang berada di kaki gunung. Peristiwa serupa terjadi lagi pada 12 Januari 2026, yang semakin memperkuat tanda-tanda meningkatnya aktivitas vulkanik gunung ini. Kedua kejadian tersebut dilaporkan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sebagai erupsi strombolian, dengan luncuran awan panas yang disertai dengan letusan kecil.

Skintific

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kedua kejadian tersebut, pihak BPBD Lumajang tetap meningkatkan kewaspadaan di kawasan yang terdekat dengan Semeru. Jarak aman untuk aktivitas warga dan wisatawan di sekitar gunung diperluas, mengingat ancaman bahaya awan panas dan material vulkanik yang bisa meluncur dalam waktu singkat.

Penjelasan BPBD Lumajang: Faktor Penyebab Aktivitas Semeru

Kepala BPBD Lumajang, Sudirman, dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa kedua kejadian awan panas yang terjadi dalam tiga hari ini merupakan akibat dari peningkatan aktivitas vulkanik yang sudah berlangsung cukup lama di Gunung Semeru. “Gunung Semeru memiliki karakteristik letusan yang cukup dinamis.

Sudirman menambahkan, aktivitas vulkanik Gunung Semeru sudah menunjukkan gejala yang cukup lama, namun baru dalam beberapa hari terakhir meningkat signifikan. Peningkatan suhu magma, yang berinteraksi dengan air di sekitar kawah, mempercepat terjadinya letusan awan panas.

“Salah satu faktor utama adalah curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Semeru. Air hujan dapat mempercepat terjadinya longsoran material vulkanik yang ada di lereng, yang kemudian memicu aliran awan panas. Semeru memang sering mengeluarkan awan panas, tetapi saat curah hujan tinggi, intensitasnya bisa meningkat,” jelas Sudirman.Gunung Semeru Kembali Luncurkan Awan Panas Kamis Malam

Baca Juga: Pekerja Migran asal Bali Meninggal di Turkiye Jenazah Dipulangkan dengan Kondisi Penuh Jahitan

Dampak dan Upaya Mitigasi

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian awan panas, BPBD Lumajang tetap mengimbau warga yang tinggal di sekitar zona merah Semeru untuk tetap waspada dan mengikuti petunjuk dari pihak berwenang. Penyebaran abu vulkanik serta aliran lahar dingin di aliran sungai menjadi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat, terlebih saat hujan lebat yang dapat memperburuk keadaan.

 Tim SAR, bersama dengan petugas BPBD, juga melakukan patroli rutin di area sekitar Semeru untuk memastikan tidak ada aktivitas yang membahayakan keselamatan penduduk atau wisatawan.

“Kami terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Semeru melalui BPPTKG, dan kami sudah memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar lereng gunung,” tambah Sudirman.

Langkah-Langkah Pemerintah dalam Menanggulangi Bahaya

Sebagai langkah antisipasi lebih lanjut, pemerintah daerah bersama pihak BPBD akan segera memperbarui peta zonasi bahaya di kawasan Gunung Semeru dan melakukan sosialisasi rutin kepada masyarakat terkait potensi bencana erupsi.

Pihak BPBD Lumajang juga terus mengingatkan agar warga di sepanjang aliran sungai yang berada di kaki gunung tetap waspada terhadap potensi banjir lahar yang bisa terjadi setelah hujan lebat, terutama setelah terjadinya erupsi. Ke depan, BPBD juga berencana untuk meningkatkan jumlah posko pengungsian dan logistik bencana, guna mempercepat penanganan darurat jika terjadi bencana besar.

BPBD Lumajang Respon Warga dan Suporter Aktivitas Semeru

Lina, seorang warga Lumajang, mengungkapkan kekhawatirannya atas kejadian ini. “Kami sudah terbiasa dengan aktivitas Gunung Semeru, tapi kejadian dua kali awan panas dalam tiga hari ini cukup mengejutkan. Kami selalu siap mengikuti instruksi dari BPBD dan pihak berwenang.”

Sementara itu, sejumlah pengunjung wisata yang sebelumnya berniat mendaki Gunung Semeru memilih untuk menunda perjalanan mereka hingga keadaan kembali kondusif. “Kami ingin tetap aman. Kami memutuskan untuk menunggu instruksi lebih lanjut sebelum melanjutkan perjalanan ke Semeru,” kata Andi, seorang pendaki yang awalnya berencana untuk mendaki gunung.

Penutupan

Kejadian dua kali luncuran awan panas Gu

Skintific