Bandung Terasa Lebih Dingin BMKG Jelaskan Penyebab Penurunan Suhu
Koran Banjar – Bandung Terasa Lebih Dingin Warga Bandung beberapa hari terakhir merasakan udara yang lebih dingin dari biasanya, dengan suhu pagi hari turun drastis hingga menyentuh angka yang jarang terjadi di awal tahun. Fenomena ini mendapat perhatian dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), yang menjelaskan faktor-faktor di balik penurunan suhu di wilayah Bandung dan sekitarnya.
Suhu Turun Drastis di Pagi Hari
Sejumlah warga mengaku kaget dengan cuaca yang lebih dingin, bahkan beberapa harus menyalakan pemanas atau mengenakan pakaian tebal saat beraktivitas di pagi hari. “Biasanya cuma bawa jaket tipis, sekarang harus pakai jaket tebal dan syal,” ujar Rina, warga Kecamatan Coblong, Bandung.
Bandung Terasa Lebih Dingin Penyebab Penurunan Suhu Menurut BMKG
Menurut Kepala Stasiun BMKG Bandung, Andi Prasetyo, beberapa faktor menyebabkan suhu turun drastis belakangan ini:
Massa Udara Dingin dari Australia – Arus angin dari selatan membawa massa udara yang lebih dingin ke wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung. Fenomena ini umum terjadi pada awal tahun dan memperkuat sensasi dingin di pagi dan malam hari.
Curah Hujan Rendah – Curah hujan yang menurun membuat atmosfer lebih jernih, sehingga radiasi panas bumi pada malam hari cepat hilang, menyebabkan suhu pagi hari lebih dingin.
Kelembapan Udara Rendah – Udara kering di pagi hari membuat sensasi dingin lebih terasa. Hal ini biasanya diperparah oleh topografi Bandung yang dikelilingi dataran tinggi dan pegunungan.
Andi menambahkan, “Fenomena ini sebenarnya normal terjadi pada musim peralihan, meski terasa ekstrem bagi sebagian warga. Tidak ada indikasi cuaca ekstrem yang membahayakan.”
Baca Juga: KPK Periksa Ketua PBNU Dalami Aliran Dana Korupsi Kuota Haji
Bandung Terasa Lebih Dingin Tips BMKG untuk Warga
BMKG mengimbau warga untuk tetap menjaga kesehatan selama cuaca dingin ini, terutama anak-anak dan lansia.
Mengenakan pakaian berlapis saat keluar rumah.
Memperbanyak konsumsi makanan hangat untuk menjaga suhu tubuh.
Menjaga kelembapan rumah agar udara tetap nyaman.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan masyarakat agar terus memantau prakiraan cuaca harian melalui aplikasi resmi BMKG atau media sosial, karena perubahan suhu dapat terjadi secara cepat di dataran tinggi seperti Bandung.
Kesimpulan
Fenomena udara dingin yang terasa di Bandung saat ini merupakan kombinasi massa udara dingin dari Australia, curah hujan rendah, dan kelembapan udara rendah. Kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa Bandung, dengan topografi dataran tinggi, memang rawan mengalami penurunan suhu yang signifikan di musim peralihan.






